Keaneka Ragaman Hayati

Indahnya Negeri ini Dengan Aneka Macam Bunga

Fashion Show

Fashion Show Dengan Bahan Daur Ulang Limbah

Halaman Madrasah

Suasana Sekolah Nan Asri

Audiensi di Kemenkes RI

Penerimaan Piala LLSS NAsional 2012

Air Sumber Kehidupan

Selamatkan Sungai Dari Sampah bentuk kepedulian Menyelamatkan Kehidupan

Edukasi Menanam Bawang Tuk Tuk Di MAN Jombang

Selasa, Maret 26, 2013 |

          Guru dan Siswi-siswa MAN Jombang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Lomba Tantangan Menanam Bawang Tuk Tuk yang diselanggarakan oleh Indonesia Berkebun dan Produsen Benih Cap Panah Merah. Program ini diselenggarakan secara serentak di Indonesia melalui komunitas indonesia berkebun. Meskipun di Jombang  belum terbentuk komunitas Jombang Berkebun, panitia telah menyetujui pengajuan Tim Adiwiyata MAN Jombang untuk ikut serta dalam program ini. Untuk kegiatan partisipasi Lomba Tantangan Menanam Tuk tuk di MAN Jombang dikoordinir Bapak Syamsul Ma'arif, M.Pd yang sekaligus sebagai ketua Tim Adiwiyata MANJO.
         Acara Edukasi menanam nya diadakan di aula MANJO pada hari Senin, 25 Maret 2013. Kegiatan edukasi ini langsung dipimpin oleh koordinator dengan menggunakan panduan dan juknis yang dikeluarkan oleh Cap Panah Merah. Ada 45 peserta yang hadir dalam acara edukasi tersebut. Para peserta diberitahukan bagaimana tehnik menanam dan merawat bawang tuk tuk dan juga bagaimana proses pelaporannya untuk kegiatan lomba nya. Tanam Bawang Tuk tuk merupakan hal baru bagi para pekebun di MANJO karena selama ini dalam pembelajaran Biologi para guru masih menggunakan umbi bawang untuk proses menanam. Berbeda dengan Tuk Tuk, penanaman tidak menggunakan umbi bawang tapi menggunakan biji benih.
       Semoga berhasil anak-anak dan bisa bermanfaat bagi kita semua. Mari kita wujudkan "Indonesia Mandiri Pangan". Selamat berlomba dan berkompetisi menanam ya.
Read More

Cara Menguraikan Sampah Plastik Dalam Waktu Tiga Bulan

Rabu, Maret 06, 2013 |


Menurut para ilmuwan bahan plastik yang tertimbun di dalam tanah membutuhkan waktu ribuan tahun baru bisa diuraikan sepenuhnya oleh bakteri. Namun hal itu tidak lagi akan menjadi masalah, karena sudah ditemukan cara agar proses penguraian plastik oleh bakteri bisa dipercepat hingga tiga bulan saja.
Untuk itu anda hanya membutuhkan media tanah, ragi dan air, sebagai fermenter atau sarana untuk proses pembusukan. Plastik-plastik yang akan dihancurkan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tempat berisi tanah, bercampur ragi dan air.
Wouw! Sampah plastik akan hancur dalam waktu yang luar biasa singkat – hanya tiga bulan berdasarkan hasil penelitian untuk jumlah tertentu – dibanding perkiraan ilmuwan sekitar 200 hingga 1000 tahun. Ini bukan sulap, tapi merupakan pekerjaan makhluk sangat kecil bernama bakteri Sphingomonas dan Pseudomonas.
Daniel Burd, seorang remaja siswa sebuah SMP di Waterloo, Kanada adalah penelitinya. Dengan bantuan gurunya, Mark Menhennet, dia mengadakan penelitian tersebut.
Pertama-tama, ia memasukkan sejumlah kantong plastik ke dalam sejenis tepung. Berikutnya, ia menggunakan bahan-kimia rumah tangga biasa, yaitu ragi dan air bersih untuk menciptakan suatu solusi yang akan mendorong pertumbuhan mikroba. Untuk itu, ia menambahkan bubuk plastik dan tanah. Kemudian campuran bahan itu ditempatkan dalam alat pengocok pada suhu kamar 30 derajat.
Setelah tiga bulan terjadinya peningkatan konsentrasi jumlah mikroba pemakan plastik, Burd menyaring keluar bubuk plastik sisa dan menaruh kultur bakterinya ke dalam tiga botol berisi lembaran-lembaran potongan plastik dari kantong kresek belanja. Sebagai alat kontrol, dia juga menambahkan plastik ke dalam botol-botol berisi air mendidih yang berakibat kultur bakterinya mati.
Enam minggu kemudian, dia menimbang berat lembaran-lembaran plastik. Lembaran-lembaran dalam botol kontrol beratnya tetap. Tetapi lembaran-lembaran plastik yang berada bersama kultur bakteri yang hidup beratnya rata-rata berkurang 17 persen.
Itu belum memuaskan Burd. Untuk mengidentifikasi bakteri di dalam kulturnya, ia membiarkan mereka tumbuh pada piring agar-agar dan dia mendapati ada empat jenis mikroba. Ia mengujinya pada lebih banyak lembaran-lembaran plastik dan menemukan hanya pada yang kedua penurunan berat plastik terjadi secara signifikan.
Berikutnya, Burd mencoba mencampur mikroba paling efektif tadi dengan mikroba lainnya. Dia menemukan mikroba pertama dan kedua secara bersama-sama menghasilkan 32 persen penurunan berat lembaran-lembaran plastik. Dia berteori mikroba yang pertama menolong mikroba kedua bereproduksi.
Dari test-test untuk mengidentifikasi mikroba didapati mikroba kedua adalah bakteri Sphingomonas dan bakteri penolong itu adalah Pseudomonas. Seorang peneliti di Irlandia sudah menemukan bakteri Pseudomonas mampu menurunkan jumlah polystyrene (sejenis karet sintetis), tetapi sejauh ini baru Burd dan gurunya itu yang diketahui pertama kali melakukan riset pada tas plastik berbahan polyethelene.
Berikutnya, Burd menguji efektivitas mokrobanya pada temperatur dan tingkat konsentrasi yang berbeda-beda serta dengan penambahan sodium asetat sebagai sumber karbon yang sedia untuk membantu pertumbuhan bakteri.
Pada suhu 37 derajat dan konsentrasi bakteri yang optimal, dengan sedikit tambahan sodium asetat ke dalamnya, Burd mencapai 43 persen penurunan dalam enam minggu.
Plastik dihabiskannya dengan lebih nyata dan jelas dan lebih mudah, dan Burd menebak setelah enam minggu lagi, plastik itu akan musnah. Namun dia belum mencobanya. Untuk melihat bagaimana prosesnya akan berlangsung pada skala yang lebih besar, ia mencoba dengan lima atau enam kantong yang utuh dalam sebuah ember yang berisu kultur bakteri. Dan ternyata berhasil dengan baik.
Aplikasi pada industri seharusnya juga mudah, kata Burd. “Semua yang anda butuhkan adalah sebuah fermenter, yakni medium pertumbuhan, mikroba-mikroba dan kantong plastik.”
Bahan-bahan itu murah, untuk menjaga stabilitas temperatur yang diperlukan hanya sedikit energi karena mikroba menghasilkan panas sendiri ketika proses berlangsung, dan satu-satunya limbah adalah air dan sedikit karbon dioksida. Setiap mikroba menghasilkan hanya 0,01 persen karbon dioksida dari beratnya yang sangat kecil sekali, kata Burd.
Hasil penelitian oleh remaja SMP ini merupakan sebuah langkah raksasa yang sangat maju, di mana kita menggunakan alam untuk memecahkan masalah yang dibuat oleh manusia.

Sumber : http://www.wired.com/wiredscience/2008/05/teen-decomposes/
Read More

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2013

Sabtu, Februari 23, 2013 |

Sebagai Madrasah yang Peduli dan Berbudaya Lingkungan, MAN Jombang tahun ini memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari. Peringatan kali ini di laksanakan pada Hari Jum'at tanggal 22 Februari 2013. Tema Hari Peduli Sampah  Tahun ini: "Ayo Pilah dan Olah Sampah agar Menjadi Berkah bagi Sessama". Dalam kegiatan Aksi Peduli Lingkungan Tahun ini, Tim Adiwiyata/ Green School MAN Jombang menggelar beberapa acara. Acara Aksi Peduli tersebut meliputi: Mengikuti Fashion Show Pakaian Daur Ulang, Menanam, Bersih-bersih Lingkungan Madrasah, dan Aksi Pungut sampah dijalan.

Fashion Show Pakaian Daur Ulang
Kegaitan Fashion show ini dilaksanakan di SMAN 3 Jombang, Dalam acara tersebut MAN Jombang mengirimkan 4 peserta fashion show 2 laki-laki dan 2 perempuan. Dalam acara yang dihadiri Wakil Bupati Jombang tersebut, Masing-masing peserta berlenggak lenggok diatas catwalk dengan berbagai macam model pakaian yang semuanya berbahan Daur Ulang Sampah. Salain fashion show MAN Jombang juga mengikuti acara pameran Hasil Karya 3R. Dalam pameran kali ini hasil karya siswa-siswi MAN Jombang yang semuanya menggunakan daur ulang limbah baik organik atau anorganik mendapatkan apresiasi dari seluruh pengunjung.

Menanam
Untuk kegiatan menanam kali ini, siswa-siswi MAN Jombang di wajibkan membawa Limbah Plastik Bungkus Minyak Goreng pada hari sebelumnya dan dipotong dengan ukuran yang sudah ditentukan sehingga kelihatan rapi. Kader Lingkungan dan Pengurus Osis MAN Jombang memanfaatkan Limbah Plastik Bungkus Minyak Goreng tersebut sebagai pengganti polibag. Setelah itu plastik-palstik tersebut diisi dengan media tanam yang sudah disiapkan. Adapun jenis tanaman yang dibudidayakan dalam palstik tersebut adalah Jahe Merah.

Bersih-Bersih Lingkungan Madrasah
Kegiatan aksi lingkungan lainnya adalah bersih-bersih lingkungan Madrasah. Seluruh warga Madrasah baik dari unsur guru, karyawan, siswa, dan CS semuanya mengikuti kegiatan aksi ini. Kegiatan bersih-bersih ini meliputi kelas, taman, halaman madrasah, greean house, rumah toga, kantin, ruang guru, kantor, musholla, dan Aula. Semua secara aktif dan bersemangat mengikuti acara ini.

Aksi Pungut Sampah Dijalan.
Kegiatan Aksi Peduli Lingkungab  yang tak kalah menariknya ada Aksi Pungut Sampah di Jalan Raya Radius 1 KM. Siswa-siswi Kelas XII disebarkan ke empat titik/penjuru untuk melakukan pungut sampah dijalan. Didampingi guru dan Mahasiswa PPL mereka membawa 3 karung yang berbeda untuk pemilahan sampah. Disamping itu mereka juga membawa banner-banner kampanye lingkungan yang berisi pesan untuk peduli dengan sampah. Slogan-slogan yang dibawah siswa-siswi diantaranya bertuliskan: "Naik Mobil Kok Nyampah! Malu Ah!", "Sungai Bukan Tempat Sampah", "Ayo Pilah dan Olah Sampah", "Jadikan Sakumu Tempat Sementara Sebelum Menemukan Tong Sampah!", Sampah Bisa menjadi Becana tapi Juga Bisa Menjadi Berkah"

Semoga semua kegiatan Aksi Peduli Lingkungan yang dilaksanakan diatas dapat menggugah kesadaran kita semua dan masyarakat kita untuk peduli dengan sampah dan lingkungan sehingga terwujudlah Indonesia yang Bersih dan Sehat.



Read More

Bahaya Penggunaan Kantong Plastik dan Upaya Mengurangi Penggunaannya

Rabu, Januari 30, 2013 |


          Pemakaian kantong plastik hampir tidak dapat dihindari dikehidupan sehari-hari manusia.  Bermacam jenis kantong plastik  telah digunakan membawa barang belanjaan dan dipakai untuk berbagai jenis kemasan, termasuk kemasan makanan dan minuman.  Plastik telah membuat semuanya menjadi lebih praktis dan sulit tergantikan. Namun tahukah anda bahwa banyak bahaya mengintai dari penggunaan plastik dan limbah plastik?
         
Berikut Bahaya Kantong Plastik:
  • Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang, baru akan hancur secara alami dalam waktu 200-400 tahun!
  • Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan.
  • Sampah plastik sangat berbahaya buat beberapa jenis hewan. Di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan yang terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut dan kura-kura, mati per tahunnya gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik. Parahnya lagi, setelah badan hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam.
  • Membakar sampah plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.
  • Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.
  • Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun.
  • Sampah plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton. Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai sepuluh kali!

          Kalau begitu apa yang harus dilakukan? Kita bisa berperan aktif dalam mengurangi konsumsi tas plastik yang beredar. Salah satunya dengan mengatakan 'tidak' buat kantung plastik. Selain itu, masih ada sembilan cara mengurangi konsumsi kantung plastik.
  1.      Sebarkan Informasi tentang bahayanya kantong plastik.
  2.      Bawalah Reusable bag bila berbelanja.
  3.      Jika tidak membawa Reusable bag, usahakan kurangi kantong plastik dengan cara memasukkan seluruh   belanjaan dalam satu kantong.
  4.      Taruh Reusable bag dekat pintu, agar tidak lupa untuk membawanya jika berbelanja.
  5.      Gunakan Reusable bag yang bisa dilipat dan ditaruh dalam tas.
  6.      Sadarkan/ajarkan anak-anak kita untuk menghindari/mengurangi pemakaian kantong plastik.
  7.      Daur ulang kantong plastik dengan berbagai cara kreatif.
  8.      Hindari penggunaan kontong plastik khusus sampah, gunakan saja kantong plastik yang tersisa dirumah
  9.      Hindari TAKE AWAY, Makanlah ditempat jika bisa.




Read More

Peringatan Hari-Hari Penting Dalam Lingkungan Hidup

Rabu, Januari 30, 2013 |

Ada beberapa hari yang dianggap penting dalam pengelolaan lingkungan hidup di dunia. hari apa sajakah itu? Berikut ini daftar hari-hari penting dalam lingkungan hidup:


No.
Nama
Tanggal
1
Hari Pencanangan Gerakan Satu Juta Pohon
10 Januari
2
Hari Lahan Basah Sedunia
2 Februari
3
Hari Peduli Sampah
21 Februari
4
Hari Konvensi CITES (Perdagangan Satwa Liar)
6 Maret
5
Hari Kehutanan Sedunia
20 Maret
6
Hari Air Internasional
22 Maret
7
Hari Meteorologi Dunia
23 Maret
8
Hari Bumi Sedunia
22 April
9
Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia
22 Mei
10
Hari Perubahan Iklim
23 Mei
11
Hari Tanpa Tembakau Sedunia
31 Mei
12
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
5 Juni
13
Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia
17 Juni
14
Hari Mangrove Sedunia
26 Juli
15
Hari Ozon Sedunia
16 September
16
Hari Bebas Kendaraan
21 September
17
Hari Habitat Dunia
Senin Pertama Oktober
18
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
5 Nopember
19
Hari Tata Ruang
8 Nopember
20
Hari Konferensi Warisan Dunia
16 Nopember
21
Hari Menanam Nasional
28 Nopember
22
Hari Konvensi Ikan Paus
2 Desember
23
Bulan Menanam Nasional
Desember
Read More